RSS

DIARE KARENA VIRUS

18 Mar

Diare merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai di rumah sakit. Di negara berkembang termasuk Indonesia, diare akut maupun kronik masih tetap merupakan salah satu masalah kesehatan utama. penelitian WHO mendapatkan bahwa episode diare pada bayi dan balita berkisar antara 2-8 kali per tahun. Sebagian besar diare berlangsung antara 2-5 hari, namun sekitar 3-20 % berlangsung lebih daripada 5 hari, bahkan dapat lebih dari 2 minggu dan menjadi diare kronik. (1)

Telah lama diduga bahwa virus merupakan penyebab utama terjadinya diare. Tahun 1958 Eichenwald dkk telah berhasil melakukan isolasi virus dari tinja penderita diare, pada waktu terjadi epidemi di New York. Virus tersebut adalah ECHO (Entero Cythopathogenic Human Orphan) tipe 18. Namun virus ini merupakan hasil biakan dari tinja penderita diare yang belum dapat dibuktikan 100 % sebagai penyebab karena kemungkinan adanya kontaminasi waktu pengambilan spesimen. Tahun 1973 Bishop dkk di Australia dengan pemeriksaan elektron berhasil menemukan partikel-partikel virus yang sama dari tinja dan juga dari biopsi usus penderita diare, sedangkan kemungkinan penyebab lainnya tidak ditemukan, sehingga dengan demikian dibuktikan bahwa virus tersebut yang menjadi penyebabnya. Virus ini diberi nama Orbivirus atau Duovirus karena ditemukan di daerah duodenum penderita diare. Karena bentuk virus ini menyerupai dinding yang terdiri dari 1 atau 2 lapis dan menyerupai roda yang bahasa Latinnya rota, maka virus ini diberi nama Rotavirus. (2)

DEFINISI

Diare akut adalah buang air besar dengan frekuensi yang meningkat lebih dari 3x/hari dengan konsistensi tinja cair, bersifat mendadak, dan berlangsung dalam waktu kurang dari 1 minggu. (3)

EPIDEMIOLOGI

Di negara-negara yang beriklim 4 musim, diare yang disebabkan virus sering terjadi pada musim dingin. Di Indonesia, diare yang disebabkan oleh Rotavirus dapat terjadi sepanjang tahun, dengan puncak kejadian pada pertengahan musim kemarau (Juli-Agustus). (1)

Rotavirus merupakan penyebab utama diare pada bayi dan anak-anak terutama anak kelompok usia 6 bulan – 2 tahun. Di negara maju Rotavirus merupakan 50 % penyebab utama diare. Di Indonesia Rotavirus pertama kali ditemukan pada tahun 1975 dari penderita diare yang dirawat di Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI -–RSCM Jakarta. prevalensinya pada waktu itu ialah sebanyak 47 %, di Yogyakarta dan Medan berkisar 40 %. (2)

Infeksi virus Rota biasanya menonjol pada musim dingin dengan masa inkubasi 2-4 hari. Cara penularan diare pada umumnya dengan oro – fecal melalui :

1. Makanan dan minuman yang telah terkontaminasi oleh enteropatogen.

2. Kontak langsung tangan penderita dengan barang-barang yang telah tercemar tinja penderita.

ETIOLOGI

Salah satu penyebab timbulnya diare adalah infeksi virus. Infeksi virus dapat terjadi dengan 2 cara, yaitu : (1, 2, 4)

1. Infeksi Enteral

Yaitu infeksi virus melalui saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Disebabkan oleh : Rotavirus, Enterovirus (virus ECHO, Enterik Cytopathogenic Human Orphan), Adenovirus, Norwalk virus dan sebagainya.

2. Infeksi Parenteral

Yaitu infeksi virus di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan, seperti OMA (Otitis Media Akut). Tonsilofaringitis, Bronkhopneumonia dan sebagainya.


PATOGENESIS

Virus

(Rota, Entero, Adeno dsb)

clip_image001

menembus dinding usus

clip_image002

Kerusakan sel ?

clip_image003

Infeksi lokal

clip_image003[1]

Diare

clip_image001[1]

Sel darah (-)

Virus masuk ke tractus digestivus bersama makanan dan atau minuman. Kemudian berkembang biak di dalam usu. Kemudian virus masuk ke dalam epitel usus halus dan menyebabkan kerusakan bagian apikal vili usus halus. Sel epitel usus halus bagian apikal akan diganti oleh sel dari bagian kripta yang belum matang berbentuk kuboid atau gepeng. Akibatnya sel-sel epitel ini tidak dapat berfungsi untuk menyerap air dan mencerna makanan sehingga terjadi kenaikan tekanan osmotik di usus. vili usus akan memendek, peningkatan infiltrasi sel radang pada lamina propria, pembengkakan mitokondria dan bentuk mekrovili (brush border) yang tidak teratur dan jarang. Sebagai akibatnya kemampuan absorbsi cairan dan elektrolit usus halus akan terganggu dan juga pencernaan makanan terutama karbohidrat terganggu dengan hasil akhir timbul diare. ( 1, 2 )

GEJALA KLINIS

Gejala klinis yang didapat pada diare akibat Rotavirus antara lain : ( 1, 5 )

Ø BAB cair 5 – 10 x/hari.

Ø Volume tinja banyak, warna kuning-hijau, konsisten cair, tidak ada darah, tidak berbau, tidak berbuih.

Ø Masa tunas 12 – 72 jam.

Ø Lamanya sakit ± 5 – 7 hari.

Ø Sering terjadi pada musim dingin.

Ø Panas.

Ø Sering mual-muntah.

Ø Nyeri perut, tenesmus.

Ø Ditemukan virus dalam tinja.

Penderita dengan kasus ringan gejalanya berla
ngsung selama 3-5 hari, kemudian sembuh sempurna. Diare karena Adenovirus cenderung ringan dan sembuh sendiri. Gejalanya meliputi demam ringan, tinja cair, muntah dan kadang-kadang ada gejala-gejala pernafasan. ( 5, 6 )

DIAGNOSTIK

Ditegakkan atas dasar gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium. Diagnosa laboratorium berdasarkan ditemukan virus dalam tinja yang dikumpulkan pada penyakit dini dan pada peningkatan titer antibodi. Virus dalam tinja diperlihatkan dengan mikroskopi elektron imunofluoresensi. Banyak tes serologik dapat digunakan untuk menentukan peningkatan titer antibodi, seperti ELISA (Enzyme-linked Immunosorbent Assay) dan ikatan komplemen. ( 4 )

PENGOBATAN

Dasar pengobatan pada diare karena virus pada umumnya sama dengan diare yang lain. Pengobatan dengan suportif yaitu memperbaiki kehilangan cairan dan elektrolit yang dapat menimbulkan dehidrasi, asidosis, syok dan kematian. Penatalaksanaan terdiri dari penggantian cairan dan memperbaiki keseimbangan elektrolit secara oral atau intravena, menurut keadaan masing-masing penderita. Selain pemberian cairan, pemberian makanan juga harus diperhatikan. Terapi dietetik disesuaikan dengan status gizi penderita yang didasarkan pada umur dan berat badan. ( 3, 4 )

Antibiotik tidak diperlukan pada diare karena virus. Karena diare ini bersifat self limited (dapat sembuh sendiri). ( 1 )

Obat-obat yang berkhasiat menghentikan diare secara cepat seperti anti spasmodik/spasmolitik tidak dianjurkan untuk dipakai, karena akan memperburuk keadaan. Obat ini dapat menyebabkan terkumpulnya cairan di lumen usus, dilatasi usus, gangguan digesti dan absorpsi lainnya. Obat ini hanya berkhasiat untuk menghentikan peristaltik usus saja tetapi justru akibatnya sangat berbahaya. Diarenya terlihat tidak ada lagi tetapi perut akan bertambah kembung dan dehidrasi bertambah berat. ( 1 )

Obat-obat absorben (pengental tinja) seperti kaolin, pectin, narit, dan sebagainya, telah terbukti tidak bermanfaat. Obat-obat stimulans seperti adrenalin, nikotinamide dan sebagainya, tidak akan dapat memperbaiki syok atau dehidrasi beratnya karena penyebabnya adalah kehilangan cairan (hipovolemic shock), sehingga pengobatan yang paling tepat yaitu pemberian cairan secepatnya. ( 1 )

DAFTAR PUSTAKA

1. Sunoto, Penyakit Usus : Infeksi, dalam Markum, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid I, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1991. hal. 448 – 66.

2. Hassan, R. dan Alatas, H. Gastroenterologi, dalam Buku Kuliah I Ilmu Kesehatan Anak, Bagian Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia, Jakarta, 1985, hal. 283 – 310.

3. Sunarto. dkk, Diare, dalam Standar Pelayanan Medis RSUP Dr. Sardjito, ed. 2, Cetakan I. Medika Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2000, hal. 86.

4. Jaweta, Melnick, Adelberg, Mikrobiologi untuk Profesi Kesehatan, ed. 16, EGC, Jakarta, 1986, hal. 599 – 602.

5. Feigin, Stadler, Diare : dalam Behrman, Vaughan, Nelson Ilmu Kesehatan Anak Bagian 2, EGC, Jakarta, hal. 20 – 3.

6. Sommers. Shulman, Diare Infeksiosa, dalam Shulman, Phair, Sommers, Dasar Biologis dan Klinis Penyakit infeksi, ed. 4, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 1994, hal : 317 – 22.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 18, 2009 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: